Beberapa waktu ini, dalam rangka membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2025, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas melakukan konsolidasi dengan Menteri Haji & Umrah (Menhaj) Arab Saudi, Tawfiq Al Rabiah di Jeddah (15/9). Menag hadir bersama jajarannya seperti Dirjen PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umrah), Hilman Latief, membahas strategi agar penyelenggaraan ibadah haji tahun mendatang semakin mantap serta bisa lebih baik dari tahun|tahun 2024) ini.
Jubir Kemenag, Sunanto mengungkapkan bahwa dalam pertemuan ini juga dimusyawarahkan tentang apa saja upaya untuk menyambut jamaah haji Indonesia dan melayani mereka dengan kualitas layanan yang terbaik. Menhaj Tawfiq menjelaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi terus berbenah untuk memberikan pengalaman jamaah yang baik sesuai dengan Visi Kerajaan 2030.
Semua ikhtiar yang telah diusahakan oleh Kemenag juga Kementerian Haji & Umrah (Kemenhaj) Saudi memilikitujuan agar jamaah semakin nyaman dengan pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji, sehingga menambah kekhusyu’an mereka dalam beribadah. Menhaj Tawfiq mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin antara Indonesia dengan Saudi pada penyelenggaraan ibadah haji 2025 dan juga upaya Menaq Yaqut untuk berkonsolidasi dengan Kemenhaj Saudi, sehingga mereka dapat melakukan perbaikan untuk pelayanan penyelenggaraan haji yang akan datang.
Terkait tahapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2025, sudah dibahas pada pertemuan sebelumnya yakni pada malam tasyakuran Haji 2024 yang digelar setelah musim haji 2024 berakhir. Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221 ribu jamaah, dengan tahapan pelaksanaannya sebagai berikut :
- 12 Zulhijjah 1445 H (18 Juni 2024)
- Penyerahan dokumen persiapan awal & kuota haji
- Aktivasi garansi elektronik
- Aktivasi portofolio keuangan elektronik di E-haj - 1 Rabi’ul Awal 1446 H (4 September 2024)
- Dimulainya pertemuan persiapan
- Mulai rapat perusahaan penyedia layanan (paket, akomodasi, konsumsi)
- Pemilihan maskapai penerbangan - 20 Rabi’ul Tsani 1446H (23 Oktober 2024)
- Finalisasi hasil serangkaian rapat persiapan
- Dimulainya tahap kontrak dengan perusahaan penyedia layanan
- Mulai penentuan lokasi penempatan di Masayair - 13 Rajab 1446H (13 Januari 2025)
- Muktamar & pameran haji
- Penandatanganan MoU persiapan haji
- Penandatanganan kesepakatan pemberangkatan (Tafwij) - 15 Sya’ban 1446H (14 Februari 2025)
- Akhir tahapan penandatanganan kontrak layanan - 20 Sya’ban 1446H (19 Februari 2025)
- Awal penerbitan visa - 20 Syawal 1446H (18 April 2025)
- Akhir penerbitan visa - 1 Dzulqa'dah 1446H (29 April 2025)
- Awal kedatangan jemaah haji
